Siapa tidak kenal istilah Kotak Pandora?
Untuk urusan mitologi Yunani, Lebah Pendongeng mungkin mampu menceritakannya dengan bahasa lebih menggugah. Di sini cuma akan disampaikan sedikit yang gua temukan tentang Pandora, masih gara-gara boks kardus itu.
Dalam mitologi Yunani, Pandora adalah wanita pertama di Bumi yang diciptakan Hephaestus atas permintaan Zeus. Zeus ingin menetralkan berkah api yang dicuri oleh Prometheus dan diberikan pada manusia. Maka, dikirimkannya Pandora untuk menjadi istri Epimetheus, saudara Prometheus.
Penciptaan Pandora juga dipenuhi berkah dari dewa-dewi lain. Aphrodite menganugerahinya kecantikan, keanggunan dan gairah. Hermes memberinya kecerdikan, keberanian dan kemampuan untuk membujuk. Demeter menunjukkannya cara memelihara taman. Athena mengajarinya ketangkasan dan memberi roh pada Pandora. Apollo mengajarinya bernyanyi dengan merdu dan memainkan alat musik petik. Poseidon memberinya kalung mutiara dan kesaktian agar tak pernah tenggelam. Horae menambah daya tarik Pandora dengan menghiasi rambutnya dengan rangkaian bunga dan tumbuhan lain untuk membangkitkan ketertarikan para pria padanya. Hera memberinya rasa ingin tahu.
Zeus membuatnya nekat, nakal dan suka bermalas-malasan.Selain semua yang diperolehnya, Zeus memberi Pandora sebuah kotak yang tidak boleh dia buka (ada versi yang menyebutkan kotak itu milik Epimetheus). Rasa ingin tahu akhirnya mengalahkan Pandora, dan dia membuka kotak itu.
Keluarlah beraneka penderitaan, kesengsaraan dan kemalangan yang menyakiti tubuh dan menyiksa pikiran manusia. Dalam ketakutan, Pandora berusaha menutup kembali kotak itu. Di antara berbagai macam kejahatan yang keluar itulah terdapat sang Harapan, satu-satunya kebaikan dari kotak itu. Pada akhirnya, sang Harapan jugalah yang bisa melindungi umat manusia dari kemalangan.
Kadang kita pun menemukan kotak Pandora. Hal-hal yang sangat menarik dan menantang, namun terasa akan lebih baik jika dibiarkan tidak terungkap dan tetap menjadi misteri. Sebab tidak semua yang terungkap apa adanya akan mendatangkan kebaikan. Sebab apa yang menurut kita baik, belum tentu baik bagi orang lain.
Semuanya harus tetap tersimpan 'di dalam kotak'. Dan bila kita tidak mendapatkan sang Harapan karena tidak membuka kotak itu, mungkin dia memang harus dicari di tempat lain.
Apakah itu berarti gua pengecut? Ah, gua lebih suka menganggap bahwa seperti halnya pemahaman, ketidaktahuan juga dibutuhkan, dan fungsinya antara lain secara perlahan-lahan namun pasti akan menggiring manusia kembali kepada kodratnya. Ini tidak ada kaitannya dengan berani atau tidak. Dan gua memang tidak ingin seperti Pandora
No comments:
Post a Comment